Minggu, 15 Mei 2011

kelainan pada bayi


FIMOSIS

A.    PENGERTIAN
Fimosis adalah penyempitan pada prepusium. Kelainan menyebabkan bayi / anak sukar berkemih. Kadang-kadang begitu suka sehingga kulit prepusium menggelembung seperti balon.  Bayi / anak sering menangis sebelum urine keluar.
Contoh gambar fimosis
http://flashcutter.files.wordpress.com/2008/06/wwwsitiosaludcom.jpg
B.     ETIOLOGI
Fimosis pada bayi laki-laki yang baru lahir terjadi karena ruang di antara kutup dan penis tidak berkembang dengan baik. Kondisi ini menyebabkan kulup menjadi melekat pada kepala penis sehingga sulit ditarik ke arah pangkal. Penyebabnya bisa dari bawaan dari lahir, atau didapat, misalnya karena infeksi atau benturan.

C.     TANDA DAN GEJALA
1.      Kulit penis anak tidak bisa ditarik ke arah pangkal ketika akan dibersihkan.
2.      Anak mengejan saat buang air kecil karena muara saluran kencing diujung tertutup. Biasanya ia menangis dan pada ujung penisnya tampak menggembung.
3.      Air seni yang tidak lancar, kadang-kadang menetes dan memancar dengan arah yang tidak dapat diduga.
4.      Kalau sampai timbul infeksi, maka si anak akan mengangis setiap buang air kecil  dan dapat pula disertai demam.
5.      Kadang-kadang keluhan dapat berupa ujung kemaluan menggembung saat mulai miksi yang kemudian menghilang setelah berkemih. Hal tersebut disebabkan oleh karena urin yang keluar terlebih dahulu tertahan dalam ruangan yang dibatasi oleh kulit pada ujung penis sebelum keluar melalui muaranya yang sempit.
6.      Iritasi pada penis

D. KOMPIKASI

1.         Ketidaknyamanan / nyeri saat berkemih.

2.         Akumulasi sekret dan smegma di bawah prepusium yang kemudian terkena infeksi sekunder dan akhirnya terbentuk jaringan parut.

3.         Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin.

4.         Penarikan prepusium secara paksadapat berakibat kontriksi dengan rasa nyeri dan pembengkakan glans penis yang disebut parafimosis.

5.         Pembengkakan/radang pada ujung kemaluan yang disebut balinitis.

6.         Timbul infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan, kemudian menimbulkan kerusakan pada ginjal.

7.         Fimosis merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kanker penis.

E.   PENATALAKSANAAN

Ada tiga cara untuk mengatasi fimosis yaitu:
1.      Sunat
Banyak dokter yang menyarankan sunat untuk menghilangkan masalah fimosis secara permanen. Rekomendasi ini diberikan terutama bila fimosis menimbulkan kesulitan buang air kecil atau peradangan di kepala penis (balanitis). Sunat dapat dilakukan dengan anestesi umum ataupun lokal.
2.      Obat
Terapi obat dapat diberikan dengan salep yang meningkatkan elastisitas kulup. Pemberian salep ini harus dilakukan secara teratur dalam jangka waktu tertentu agar efektif.
  1. Peregangan
Terapi peregangan dilakukan dengan peregangan bertahap kulup yang dilakukan setelah mandi air hangat selama lima sampai sepuluh menit setiap hari. Peregangan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari luka yang menyebabkan pembentukan parut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar